JAKARTA, KOMPAS.TV - Polda Metro Jaya mengumumkan penangkapan empat dalang penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang BUMN Ilham Pradipta.
Total 15 orang telah dibekuk polisi terkait kasus tersebut.
Saat menangkap empat orang yang diduga sebagai aktor intelektual di balik penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN, Ilham Pradipta, aksi kejar-kejaran antara polisi dan pelaku sempat terjadi di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah.
Sementara satu pelaku ditangkap di kawasan PIK, Jakarta dan sebelumnya empat pelaku yang merupakan eksekutor ditangkap di kawasan Johar Baru, Jakarta serta satu di bandara di NTT saat dalam pelarian.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary, memastikan dari 15 orang yang ditangkap, enam orang ditangkap Subdit Resmob, sementara sembilan lainnya ditangkap Subdit Jatanras.
Universitas Gadjah Mada menonaktifkan status salah satu mahasiswanya, Dwi Hartono yang ditangkap polisi karena diduga jadi dalang pembunuhan Kepala Cabang Bank, Mohammad Ilham Pradipta.
UGM menyebut menonaktifkan Dwi Hartono dari Program Magister Administrasi Bisnis sebagai bentuk dukungan terhadap proses hukum penyelidikan polisi.
Dwi Hartono, salah satu tersangka dalang pembunuhan Kepala Cabang Bank, dikenal sebagai pengusaha dan motivator bisnis.
Dia merupakan pemilik bimbingan belajar daring. Ia juga dikenal sebagai selebgram yang kerap membagikan aktivitasnya sebagai pemateri dalam seminar.
Sementara itu, rumahnya yang berada di Kecamatan Rimbo Bujang, Jambi tampak sepi.
Warga tak menyangka, sosok pelaku dikenal sebagai orang yang dermawan dan akrab dengan warga.
Baca Juga Sederet Fakta Pembunuhan dan Penculikan Kacab Bank BUMN: 15 Tersangka, 3 Klaster | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/614035/sederet-fakta-pembunuhan-dan-penculikan-kacab-bank-bumn-15-tersangka-3-klaster-sapa-malam
#pembunuhan #kacabbank #ugm
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal kasus ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/614049/ugm-nonaktifkan-mahasiswa-tersangka-dalang-pembunuhan-kacab-bank-bumn-sapa-malam